Langsung ke konten utama

puisi untuk wakil rakyat



Surat wakil rakyat
Karya. Nova Anggraini

Terpecah belah
Menendang anak negri secara perlahan
Caranya halus
Sampai sampai ku tertipu
Naifnya negriku
Negriku yang penuh daya tipu


Suara ketikan
Sepanjang malam terdengar dentumnya
Meretas tangisan ditanah anarki
Muak dengan urusan negri
Sepanjang hari penuh dengan amunisi
Hoax yang menghampiri
Tak henti henti

Kisah ruam negriku yang suka ingkar janji
Janji hanya menjadi ilusi
Kutulis surat untukmu yang mengaku
Sebagai pemimpin negriku
Sampaikan suara katakan dengan lantang
Berikan keadilan seadil adilnya


Wakil rakyat jangan tidur
Wakil rakyat penyampai lidah ditanah safari
Wakil rakyat panutan negri
Namun semua tertutup janji

Kata dan lidahmu mengubah negri
Wakil rakyat harusnya merakyat
Bukan meninggi bukan tidur saat sidang
Juga bukan merongrong dalam kandang


Senin, 1 juli
20.59 WIB


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pawai Tolak Plastik Sekali Pakai Mentri Susi Hadir Ditemani "MONSTER PLASTIK"

“Ayo semua ikut pawai bersama saya, kita kampanyekan tolak plastik sekali pakai, yang buang plastik sembarangan melanggar HAM,” teriak menteri Susi melalui pengeras suara. “Ayo semua ikut pawai bersama saya, kita kampanyekan tolak plastik sekali pakai, yang buang plastik sembarangan melanggar HAM,” teriak menteri Susi melalui pengeras suara. LOGIKASASTRA.BLOGSPOT.COM  aksi pawai tolak penggunaan plastik sekali pakai diramaikan ratusan orang berkumpul di Bundaran HI berjalan menuju Taman Aspirasi Monumen Nasional (MONAS), minggu (21/7/2019) pagi. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hadir dilokasi dan memimpin pawai “Ayo semua ikut pawai bersama saya, kita kampanyekan tolak plastik sekali pakai, yang buang plastik sembarangan melanggar HAM,” teriak menteri Susi melalui pengeras suara. karena sampah plastik benar benar telah mengancam lingkungan. Pawai bebas plastik ini akan menjadi aksi terbesar di Indonesia untuk menolak plastik sekali pakai. K...

Aku si bodoh- i'm stupid

Aku sibodoh Karya. Nova anggraini Carut marut kehidupan silih berganti Bising hinaan menjatuhkan harga diri Cibiran memang hakmu Sedang aku sibodoh itu Berjuta lembar baru tengah menanti Ribuan catatan harapan minta diperjuangkan Tapi ego ku masih saja menggebu tentang sang ilahi Merasa terbuang dari kehidupan yang kelam Keringat bersimbah darah dimasa lalu Kaki tak beralas menyusuri imajinasi Dengan fakta dan opini tentang keikhlasan Amarah mencekam jiwa Disudut waktu kumenanti harapan Harapan menjadi aku Aku si hebat itu Jl. Kembar lestari 9 agustus 10.05WIB

Suku anak dalam Jambi -puisi

Orang rimba Karya nova anggraini Jauh dari hingar bingar zaman Terasingkan dari media Matanya buta untuk membaca Tapi tidak dengan merasa Jauh dibelantara menyatu dengan alam Berburu dan meramu Kaki telanjang tak beralas Kumuh dan beratap tikai Berlumur darah tak segan menjadi keseharian Perjuangan panjang bertaruh nyawa Digusur ditanah leluhur Berpijak rerumputan menyayat luka Tulang belulang bermandi keringat Kami menuntut keadilan dalam radar kota Namun apalah daya jika tidak dipandang Serpihan kecil yang terbuang Tanpa rimba kami bukan orang rimba