Langsung ke konten utama

puisi kerinduan dan kebencian



Budak zonasi
Karya. Nova Anggraini

Aku ingin berlari
Aku ingin pergi bahkan mati
Biar kuberitakan kepada kau
yang tak kunjung henti menyakiti

bisa bahaya jika luka tak lekas pudar
bisa bisa ia membekas
mendarah daging menjadi emosi dan asumsi menyakiti
mencoba melupakan berganti mengikhlaskan

aku dan kau
kita ini sama
budak dalam hal merindu
berkecup melilit pilu
zonasi menjadi pengahalang dalam temu
kebohongan, kemunafikan nyaris meruntuhkan rasaku
sampai pelik leher terasa tercekik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pawai Tolak Plastik Sekali Pakai Mentri Susi Hadir Ditemani "MONSTER PLASTIK"

“Ayo semua ikut pawai bersama saya, kita kampanyekan tolak plastik sekali pakai, yang buang plastik sembarangan melanggar HAM,” teriak menteri Susi melalui pengeras suara. “Ayo semua ikut pawai bersama saya, kita kampanyekan tolak plastik sekali pakai, yang buang plastik sembarangan melanggar HAM,” teriak menteri Susi melalui pengeras suara. LOGIKASASTRA.BLOGSPOT.COM  aksi pawai tolak penggunaan plastik sekali pakai diramaikan ratusan orang berkumpul di Bundaran HI berjalan menuju Taman Aspirasi Monumen Nasional (MONAS), minggu (21/7/2019) pagi. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hadir dilokasi dan memimpin pawai “Ayo semua ikut pawai bersama saya, kita kampanyekan tolak plastik sekali pakai, yang buang plastik sembarangan melanggar HAM,” teriak menteri Susi melalui pengeras suara. karena sampah plastik benar benar telah mengancam lingkungan. Pawai bebas plastik ini akan menjadi aksi terbesar di Indonesia untuk menolak plastik sekali pakai. K...

Aku si bodoh- i'm stupid

Aku sibodoh Karya. Nova anggraini Carut marut kehidupan silih berganti Bising hinaan menjatuhkan harga diri Cibiran memang hakmu Sedang aku sibodoh itu Berjuta lembar baru tengah menanti Ribuan catatan harapan minta diperjuangkan Tapi ego ku masih saja menggebu tentang sang ilahi Merasa terbuang dari kehidupan yang kelam Keringat bersimbah darah dimasa lalu Kaki tak beralas menyusuri imajinasi Dengan fakta dan opini tentang keikhlasan Amarah mencekam jiwa Disudut waktu kumenanti harapan Harapan menjadi aku Aku si hebat itu Jl. Kembar lestari 9 agustus 10.05WIB

Suku anak dalam Jambi -puisi

Orang rimba Karya nova anggraini Jauh dari hingar bingar zaman Terasingkan dari media Matanya buta untuk membaca Tapi tidak dengan merasa Jauh dibelantara menyatu dengan alam Berburu dan meramu Kaki telanjang tak beralas Kumuh dan beratap tikai Berlumur darah tak segan menjadi keseharian Perjuangan panjang bertaruh nyawa Digusur ditanah leluhur Berpijak rerumputan menyayat luka Tulang belulang bermandi keringat Kami menuntut keadilan dalam radar kota Namun apalah daya jika tidak dipandang Serpihan kecil yang terbuang Tanpa rimba kami bukan orang rimba