Langsung ke konten utama

Dejavu- Puisi Keadilan


Dejavu
Karya. Nova Anggraini
Dia ada namun tiada
Bentuknya nyata namun tak tampak
Fatamorgana berkecimpung dihalusinasinya
Sekilas ia berbisik
Memohon dihidupkan kembali
Berharap kepada yang kuasa
Dejavu menyelamatkan ia dari siksa

Dosa menjadi investasi terbesar
Hinanya menjadi bara disana
Namun doa menjadi selimut baginya
Sia sia jika meminta saat semua telah tiada

Memohon keadilan
Dihidupkan kembali
Dengan raga dan insan suci
Sayang semua hanya mimpi

Muara bulian, Rabu 12 Juni 2019
18.50 WIB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pawai Tolak Plastik Sekali Pakai Mentri Susi Hadir Ditemani "MONSTER PLASTIK"

“Ayo semua ikut pawai bersama saya, kita kampanyekan tolak plastik sekali pakai, yang buang plastik sembarangan melanggar HAM,” teriak menteri Susi melalui pengeras suara. “Ayo semua ikut pawai bersama saya, kita kampanyekan tolak plastik sekali pakai, yang buang plastik sembarangan melanggar HAM,” teriak menteri Susi melalui pengeras suara. LOGIKASASTRA.BLOGSPOT.COM  aksi pawai tolak penggunaan plastik sekali pakai diramaikan ratusan orang berkumpul di Bundaran HI berjalan menuju Taman Aspirasi Monumen Nasional (MONAS), minggu (21/7/2019) pagi. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti hadir dilokasi dan memimpin pawai “Ayo semua ikut pawai bersama saya, kita kampanyekan tolak plastik sekali pakai, yang buang plastik sembarangan melanggar HAM,” teriak menteri Susi melalui pengeras suara. karena sampah plastik benar benar telah mengancam lingkungan. Pawai bebas plastik ini akan menjadi aksi terbesar di Indonesia untuk menolak plastik sekali pakai. K...

Aku si bodoh- i'm stupid

Aku sibodoh Karya. Nova anggraini Carut marut kehidupan silih berganti Bising hinaan menjatuhkan harga diri Cibiran memang hakmu Sedang aku sibodoh itu Berjuta lembar baru tengah menanti Ribuan catatan harapan minta diperjuangkan Tapi ego ku masih saja menggebu tentang sang ilahi Merasa terbuang dari kehidupan yang kelam Keringat bersimbah darah dimasa lalu Kaki tak beralas menyusuri imajinasi Dengan fakta dan opini tentang keikhlasan Amarah mencekam jiwa Disudut waktu kumenanti harapan Harapan menjadi aku Aku si hebat itu Jl. Kembar lestari 9 agustus 10.05WIB

Suku anak dalam Jambi -puisi

Orang rimba Karya nova anggraini Jauh dari hingar bingar zaman Terasingkan dari media Matanya buta untuk membaca Tapi tidak dengan merasa Jauh dibelantara menyatu dengan alam Berburu dan meramu Kaki telanjang tak beralas Kumuh dan beratap tikai Berlumur darah tak segan menjadi keseharian Perjuangan panjang bertaruh nyawa Digusur ditanah leluhur Berpijak rerumputan menyayat luka Tulang belulang bermandi keringat Kami menuntut keadilan dalam radar kota Namun apalah daya jika tidak dipandang Serpihan kecil yang terbuang Tanpa rimba kami bukan orang rimba